Thursday, March 2, 2017

Satoimo Talas Jepang
Satu komoditi pangan non beras yang memiliki nilai dan prospek ekonomi yang bagus dang bernilai export adalah Talas Jepang Satoimo. Talas Jepang sebenarnya sudah masuk ke Indonesia sejak lama, yaitu pada masa pendudukan Jepang antara tahun 1942 – 1945. Keadaan rawan pangan yang melanda hampir seluruh wilayah Indonesia pada waktu itu, memaksa pemerintah pendudukan Jepang mendatangkan komoditi pangan asli negeri sakura itu ke negara kita, penduduk yang waktu itu masih terjajah kemudian dipaksa untuk menanam talas ini, bukan untuk memenuhi kebutuhan pangan bangsa yang dijajahnya, tapi untuk cadangan pangan bagi penduduk Jepang di negaranya, hanya talas dengan kualitas rendah saja yang kemudian bisa dikonsumsi oleh bangsa Indonesia.



Berbeda dengan jenis talas lainnya, talas jepang satoimo selain bisa diolah menjadi pangan olahan pengganti kentang dan terigu seperti tart, kue kering, pie atau makanan ringan, talas jenis ini bisa dikonsumsi langsung dalam keadaan mentah, rasanya yang mirip-mirip dengan salak pondoh membuat sebagian orang menyebutnya keladi salak. Kalau anda pernah mencicipi oleh-oleh dari Jepang berupa Taro Snack atau pie Genji Taro, itu merupakan contoh dari pangan olahan yang berbahan dasar talas jepang satoimo.

Salah satu Penyedia Satoimo Talas Jepang adalah Hensfarm.com. Disitus tersebut kita dapat mengehtahui Talas jepang Satoimo lebih detail dan mendalam.